Monday, November 21, 2016

Kisah A Da-zai 02



Kisah Mukjizat Melafal Amituofo
Sepatah Amituofo membawa kembali dari kematian
Bagian 2
Bu Ajun berkata: “Keadaan keuangan keluargaku mana mungkin dapat bertahan untuk menjalani rawat inap selama empat bulan lamanya!” Saya menasehatinya: ”Bu Ajun! Anda sesungguhnya amat pintar namun kebingungan sesaat, A Da-zai ikut memperoleh berkahmu, perlindungan dari Buddha dan Bodhisattva, sehingga hidup kembali dari kematian, menurutku dia pasti bisa sembuh. Asalkan sambil menjalani pengobatan, mengerahkan segenap kemampuan; sambil memohon perlindungan dari Buddha dan Bodhisattva, menuruti dan menerima dengan ikhlas apa adanya”.
Bu Ajun masih tampak gelisah dan bimbang dalam mengambil keputusan, akhirnya saya menyarankan padanya untuk menginap sementara selama dua minggu, sembuh atau tidak, juga tetap keluar dari rumah sakit, namun anda harus tetap berada di samping A Da-zai untuk melafal Amituofo berkesinambungan, akhirnya Bu Ajun menuruti ucapanku, mengurus administrasi rawat inap rumah sakit.
Kondisi A Da-zai berangsur membaik setelah menjalani rawat inap, suhu tinggi badannya juga mulai berangsur turun. Bola mata berwarna hitam yang awalnya masuk ke dalam dan bagian putih lebih menonjol keluar, sehingga tidak dapat melihat, hari demi hari semakin membaik, perlahan juga sudah mampu berbicara, juga dapat mengenali dan menyapa sanak keluarganya. Sekitar seminggu kemudian, Bu Ajun ingin pulang rumah, lalu meminta putrinya A Lan untuk menggantikannya menjaga A Da-zai, namun anehnya begitu Bu Ajun keluar dari rumah sakit, penyakit A Da-zai kambuh dan pingsan lagi, bahkan mulutnya sempat mengeluarkan darah, dokter menggunakan kapas obat untuk menyumbat rahang gigi atas dan bawah.
Ketika Bu Ajun sampai di rumah, menantu lelakinya segera memberitahukannya : “Mama! Kenapa anda pulang? Cepat kembali ke rumah sakit!” Bu Ajun segera kembali ke rumah sakit dan mendapati cucunya yang sedang sekarat, secepatnya dia duduk di samping cucunya sambil melafal Amituofo, sungguh ajaib, A Da-zai kembali siuman, sungguh Amituofo adalah nama dengan segala kebajikan di dalamnya, sakti tiada duanya, setelah melafal setengah jam kemudian, A Da-zai tertidur pulas, ketika bangun kondisinya makin membaik, kekuatan Buddha Dharma sungguh tak terhingga, selama perjalanan pulang pergi, Bu Ajun menghabiskan waktu selama tiga jam, selama itu pula beliau tidak berada di samping cucunya melafal Amituofo, penyakit A Da-zai kambuh, setelah dia kembali melafal Amituofo, kondisi  A Da-zai semakin membaik dari hari ke hari.
Sampai hari ke-13, dokter menyatakan besok mereka sudah boleh keluar rumah sakit. Saat semuanya sedang bersukacita, pada waktu tengah malam, penyakit A Da-zai mendadak kambuh kembali, suhu badannya meninggi, kali ini Bu Ajun jadi panik sekali, tanpa berpikir panjang dia menyuruh A Lan mencari peramal nasib untuk membariskan tanggal dan bulan kelahiran A Da-zai, meramal apakah ajal A Da-zai telah tiba? Setelah kembali dari tempat meramal, A Lan mengatakan : “Kata peramal nasib A Da-zai adalah pada usia tiga tahun akan menderita penyakit campak dan meninggal dunia”.
Penulis : Upasika Lin Kan-zhi
 
Sumber : negeriteratai.blogspot.co.id

No comments:

Post a Comment