Sunday, July 19, 2015

Bodhisattva Mahasthamaprapta 大勢至菩薩

Nama, “Bodhisattva Mahasthamaprapta” adalah perkataan
Bahasa Sansekerta. Terdapat beberapa versi terjemahannya yang
berbeda-beda. Menurut Kitab Suci Agama Buddha yang dinamai
“Sutra mengenai Hal-hal yang harus dituruti. Agar dapat dicapai
kehidupan yang lamanya tidak dapat diukur”. Cahaya
Kebijaksanaan beliau itu mendominasi secara universal, dan
menyebabkan makhluk-makhluk hidup, dapat terpisah dari Tiga
Jalan Kejahatan (kebodohan, kebencian, ketamakkan) ketika Bodhisattva Mahasthamaprapta itu menggunakan kekuatan beliau yang maha hebat, sehingga
beliau dinamai “Bodhisattva Yang mempunyai Kekuatan Yang Sangat Besar”
Di Tanah Suci yang para penghuninya dapat menghayati
kehidupan dengan memperoleh berkah Keselamatan (dari Tuhan
Yang Maha Esa) dan kebahagiaan yang paling tinggi, yang
diperintah oleh Hyang Buddha Amitabha, terdapat Dua Bodhisattva
yang memperoleh kehormatan, yang satu adalah Bodhisattva
Avalokitesvara, yang melambangkan berkah Keselamatan dan
Cinta-Kasih serta Welas-Asih. Yang seorang lagi, adalah
Bodhisattva Mahasthamaprapta yang melambangkan Inteligensi
dan Kebijaksanaan. Kedua Bodhisattva ini adalah Pembantu
Utama, dari Buddha Amitabha. Demikianlah di Tanah Suci,
Buddha Amitabha (Surga Sukhavati), terdapat Tiga Tokoh Suci,
yang terdiri dari seorang Buddha, yaitu Buddha Amitabha, dan
dua orang Bodhisattva, ialah Bodhisattva Avalokitesvara, dan
Bodhisattva Mahasthamaprapta.
Bodhisattva Mahasthamaprapta itu mempunyai hubungan
yang sangat erat dengan Budha Amitabha dan Bodhisattva
Avalokitesvara. Sebelum Hyang Amitabha mencapai buah dari
ke-Buddha-annya, Bodhisattva Mahasthamaprapta telah
memberikan pelayanannya sebagai pembantu utama Calon
Buddha itu, bersama-sama dengan Bodhisattva Avalokitesvara.
Pada zaman yang akan datang, Bodhisattva Mahasthamaprapta
itu akan mengikuti Bodhisattva Avalokitesvara, untuk mencapai
Tingkat ke-Buddha-annya dan beliau akan dinamai “Buddha
Raja yang berhiaskan Intan-Berlian dan Bertahta di Singgasana
Jasa-Jasa Kebaikan dan Kebajikan-Kebajikan yang Tinggi.
Menurut Kitab Suci Agama Buddha yang dinamai “Sutra
Shurangama”, Bodhisattva Mahasthamaprapta telah melatih
Samadhi dengan menyebut secara berulang-ulang Nama
Buddha, sebagai dasar beipijaknya Meditasinya, sehingga beliau
dapat mengajarkan kepada makhluk-makhluk hidup agar juga
» menyebut mengucap secara berulang-ulang Nama Buddha, yang
dapat merupakan Pembuka Pintu Dharma. Pikiran beliau itu
telah dituangkan didalam kalimat sebagai berikut ini,” Karena
Sang Buddha telah memiliki rasa belas kasihan yang sangat
mendalam kepada semua makhluk hidup, maka para Tathagata
yang menghuni di Sepuluh Penjuru Mata Angin, itu selalu
memikirkan semua makhluk pula. Apabila makhluk-makhluk
ingat kepada Hyang Buddha, dan menyebut secara berulang-ulang
Nama beliau, maka karena pada saat kematiannya kelak,
akan dapat melihat dan bertemu dengan Hyang Buddha”, ajaran
Bodhisattva Mahastamaprapta itu berupa : Agar manusia
belajar mengontrol, menguasai, mengendalikan, ke-Enam
Akar atau benih dari fikiran yang kurang baik (hawa nafsu, kebencian, ketidaktahuan, kesombongan, keragu-raguan dan pandangan keliru) , dan belajar
berfikir secara terus menerus mengenai Kemurnian, agar dapat
dicapai Keadaan Samadhi. Pintu Dharma ini telah diterima oleh
umat Buddha Mahayana Sekte Tanah Suci sebagai Aturan yang
penting, untuk diikuti.
Hari Kelahiran Bodhisattva Samantabhadra diperingati setiap tanggal 13 bulan 7 penanggalan Imlek.
Sumber                         : Buku Mengenal Para Bodhisattva
Penerbit                        : SASANA
Penyusun/Penyadur   : Bhikshu Andhanavira
Mayor Laut (Pur) Drs. R. Sugiarto
Bambang
Illustrator                      : Hema Surya BAP
Lay Out                          : Bambang

No comments:

Post a Comment