Nama “Bodhisattva Vimalakirti” adalah perkataan BahasaSanskerta. Terdapat berbagai versi terjemahannya, sebagai misalnya
“Maha Pribadi yang Tidak Terlekati oleh Kekotoran”, “Maha
Pribadi Yang Reputasi atau Nama Baiknya Tidak Terkotori”, atau
“Sang Vima”. Beliau adalah Pribadi Utama yang diceriterakan
dalam Kitab Suci Agama Buddha yang dinamai “Vimalakirti-
Nirdesa Sutra”; beliau juga merupakan seorang Maha Upasaka
yang sangat penting di dalam Agama Buddha Mahayana.
Sewaktu Zaman masih hidupnya Hyang Buddha Sakyamuni,
Saudara Tua kita yang bemama Vimalakirti itu adalah penduduk
Kota Vaisali. Dengan berdasarkan Kebajikan tingkatan sangat
tinggi, yang telah mengakar pada Kepribadian atau Wataknya,
beliau telah mempersembahkan Sesaji Suci kepada para Buddha
yang tidak terhitung banyaknya, sehingga beliau telah memperoleh
Kesabaran yang luar biasa hebatnya, walaupun perbuatan beliau
nampak lama belum menghasilkan sesuatu, beliau tetap bersabar,
dan tetap meneruskan kegiatan beliau didalam mengamalkan dan
menyebar-luaskan Dharma. Vimalakirti ini memiliki pengetahuan
Dharma yang sangat mendalam, terutama mengenai apa yang
diistilahkan dengan “Pintu-Dharma”, beliau sangat berbakat
didalam masalah Perdebatan, tanpa dapat dikalahkan. Setelah
dengan secara sempurna mampu mendidik diri beliau dalam
praktek ke-Enam Paramita, beliau lalu mampu menyeberangkan
makhluk-makhluk hidup dengan sangat terampil dan dengan
metode yang menyenangkan. Sebagai seorang Maha Upasaka,
beliau mempunyai istri dan erat dengan sanak-saudara, tetapi
beliau tetap membina-diri beliau didalam tingkah-laku Ke-
Pendeta-an, yang memisahkannya dengan kesenangan-kesenangan
keduniawiaan. Walaupun beliau memiliki nasib yang baik
didalam masalah keduniawian dan ikut berpaitisipasi di berbagai
kesenangan, namun tujuan riilnya adalah secara sengaja menolong
menyeberangkan makhluk-makhluk hidup (dari penderitaan,
hingga sampai tiba di Pantai Nirvana). Sambil berkelana di jalan-
jalan, beliau selalu berbuat kebaikan dan memberi kemanfaatan
kepada makhluk-makhluk hidup. Arya Vimalakirti ini, bahkan
pernah juga pergi ke rumah-rumah tempat beradanya para tunasusila
(prostitusi), untuk mengingatkan orang-orang untuk tidak
melakukan hal-hal yang tidak benar, agar mereka mau menjauhi
dan meninggalkan kehidupan yang salah, jangan berkebiasaan
melampiaskan hawa-nafsunya yang rendah. Sesungguhnyalah
beliau itu adalah seorang Bodhisattva yang dapat membimbing
kehidupan orang awam, dan selalu menyebar-luaskan Buddha
Dharma, dengan sarana-sarana yang sifatnya sementara, untuk
ditinggalkan, apabila orang yang mempergunakan sarana itu
telah dapat tiba di Pantai Nirvana.
Dalam Kitab Suci Agama Buddha, yang dinamai Sutra
Vimalakirti Nirdesa, di situ dituliskan keterangan bahwa pada
suatu ketika Arya Vimalakirti sakit. Lalu Hyang Buddha Sakyamuni
menugaskan siswa spiritualnya, agar mengunjungi Arya
Vimalakirti yang sedang sakit itu, tetapi siswa-spiritual beliau itu
tidak berani melakukan tugas mewakili Hyang Buddha Sakyamuni.
Akhirnya Manjusri memimpin para siswa spiritual Hyang Buddha
Sakyamuni mengunjungi Arya Vimalakirti. Percakapan antara
Makhluk Agung Manjusri dan Sang Arya (yang kemudian mencapai
tingkat Ke-Bodhisattva-an) Vimalakirti itu menunjukkan betapa
sangat hebatnya Arya Vimalakirti itu didalam masalah bertutur bahasa.
Kata-kata dari Arya Vimalakirti itu dipandang sebagai
setinggi nilai Mutiara dan Intan Berlian.
Sebagai seorang Maha Upasaka yang membimbing kehidupan
orang-orang awam, Arya Vimalakirti telah mendidik diri beliau
sendiri dengan sangat sempuma, dan telah mencapai keadaan,
dimana tingkatan beliau bahkan dikatakan lebih tinggi dari tingkatan
Arhat, atau pun tingkatan Bodhisattva. Itu nampaknya berkeadaan
abnormal. Menurut legenda, dikatakan bahwa beliau itu sesungguhnya
adalah manifestasi, atau inkarnasi, atau menjadi
perbadanannya Hyang Tathagata Butir Emas. Sebelum beliau
muncul di Kota Vaisali, beliau hidup di Tanah Suci; atau Surga;
atau Tanah Buddha; yang bersuasanakan Kegembiraan Yang
Mentakjubkan, yang diperintah oleh Hyang Buddha Aksobhya.
Beliau sendiri ber-inkamasi, atau memanifestasikan diri beliau,
sebagai orang biasa, orang awam, di Dunia, agar supaya dapat
menyeberangkan berbagai makhluk hidup menuju ke Pantai
Nirvana.
Sumber : Buku Mengenal Para Bodhisattva
Penerbit : SASANA
Penyusun/Penyadur : Bhikshu Andhanavira
Mayor Laut (Pur) Drs. R. Sugiarto
Bambang
Illustrator : Hema Surya BAP
Lay Out : Bambang
Penerbit : SASANA
Penyusun/Penyadur : Bhikshu Andhanavira
Mayor Laut (Pur) Drs. R. Sugiarto
Bambang
Illustrator : Hema Surya BAP
Lay Out : Bambang
No comments:
Post a Comment